Archive for August, 2006

Digitale Nihilisten

Tuesday, August 29th, 2006

DIGITALE NIHILISTEN

Blogger sind Nihilisten, weil sie ‘zu nichts gut sind’.

Sie veroeffentlichen ihre Artikel in ein Nirwana hinein
und haben diese Vergeblichkeit in eine produktive Kraft verwandelt.

Sie sind die Parteigaenger des Nichts,
die den Tod der zentralisierten Bedeutungsstrukturen feiern
und dabei ungeruehrt die Anschuldigung ignorieren,
sie produzierten nur sinnloses Rauschen.

Statt ueber die ideologische Faerbung der Nachrichten zu klagen,
bloggen sie als Zeichen einer wiedergewonnenen Macht des Geistes.

Als mikroheroischer Akt erwaechst Bloggen aus einem Nihilismus der Staerke,
nicht aus der Schwaeche des Pessimismus.

(Geert Lovink)

——————————–
Terjemahan Condro:

Penganut Nihilisme Digital

Blogger adalah penganut nihilisme, karena mereka ‘cocok dengan ketiadaan’

Mereka menerbitkan artikelnya ke dalam suatu Nirwana
dan telah mengubah kesia-siaan ini menjadi suatu kekuatan yang produktif

Mereka adalah pengikut ketiadaan,
yang merayakan kematian struktur-struktur makna yang terpusat
dan yang tanpa menyerang, mengabaikan tuduhan-tuduhan,
mereka hanya menghasilkan gemuruh yang tak berarti.

Daripada menghujat pewarnaan berita berdasarkan ideologi,
mereka membuat blog sebagai pertanda kemenangan berulang kekuatan semangat.

Sebagai adegan mikroheroik, blog-blog telah bangkit dari suatu ketiadaan daya,
bukan dari lemahnya pesimisme.

——————————–
English:

Digital Nihilist

Bloggers are nihilist, because they are ‘fit to the nothing’

They publish their article into a Nirvana
and have changed this worthlessness into a productive power

They are the followers of nothing,
who celebrate the death of centralized stuctures of values
and unhostily ignoring accusations,
they produce only meaningless rumbling

Instead of blaspheming against ideological coloring of news,
they blog as signs of repeating victorious power of the spirit.

As microheroic act, Blogs arouse from a nihilism of power,
not from the weakness of pessimism.

Jika kamu cewe yang….

Wednesday, August 23rd, 2006

Jika kamu cewe yang senang baca buku…

Jika kamu cewe yang punya pengalaman organisasi…

Jika kamu cewe yang merasa punya wawasan luas…

Jika kamu cewe yang punya banyak bahan obrolan…

Jika kamu cewe yang mandiri…

Jika kamu cewe yang punya rasa ingin tahu yang besar…

Kayanya cocok deh sama gua…

Kita bisa mengobrol tentang buku-buku yang kaubaca, dan bisa kuselami lautan jiwamu, serta samudera pikiranmu.

Kita bisa bercerita tentang wajah-wajah manusia dalam kumpulan yang bernama organisasi.

Kita bisa menjelajahi padang rumput pikiran kita yang seluas wawasan kita, sampai kita tua.

Kita bisa menjalin kata berdua hingga seluruh kata yang diobrolkan habis di dunia ini.

Kita bisa membangun dunia bersama, tanpa diganggu orang lain, dengan kemandirian kita.

Kita bisa mengusik misteri-misteri terbesar dalam duniamu dan duniaku, dengan rasa ingin tahu kita.

Jika waktu itu tiba

Saturday, August 19th, 2006

Jika waktu itu tiba…

Aku ingin menjadi angin…

yang kauhembuskan dari hidungmu

setelah kauhirup semangatku

Jika waktu itu tiba…

Aku ingin menjadi angin…

yang membelai rambutmu

saat warnanya hitam maupun putih

Jika waktu itu tiba…

Aku ingin menjadi api…

yang menghangatkan acara tahun barumu

bersama kawan-kawanmu

Jika waktu itu tiba…

Aku ingin menjadi api…

yang menerangi gelapnya duniamu

ketika PLN malas mengalirkan elektron di jaringanmu

Jika waktu itu tiba…

Aku ingin menjadi air…

yang membasuh tubuhmu

menjauhkanmu dari kekotoran dunia ini

Jika waktu itu tiba…

Aku ingin menjadi air…

yang keluar dari matamu

ketika kau ingin membersihkan jiwamu

Jika waktu itu tiba…

Aku ingin menjadi air…

yang kau minum setiap hari

mengisi sel-sel tubuhmu dengan kehidupan

Jika waktu itu tiba…

Aku ingin menjadi tanah…

yang memeluk tubuhmu dengan mesra

ketika waktumu menjadi waktuku juga

Waku, anjingku

Saturday, August 19th, 2006

Kudapatkan kabar dari Indonesia, Waku, anjingku sudah mati sekitar 2 bulan lalu.

Kata bokap dan nyokap, dia tak mau makan. Mungkin dia sakit. Atau hanya sekadar tua.

Sehari sebelum mati, kata bokap dan nyokap, Waku menangis. Entah kenapa?

Sayang sekali aku pergi jauh ke negeri seberang, sehingga aku tak bisa merawatnya di hari-hari terakhirnya.

Dulu, Waku sangat lincah. Dia senang meloncat-loncat. Larinya cepat sekali.

Kalau dia berdiri dengan 2 kaki, tingginya melebihi tinggi nyokap.

Waku telah menemaniku dari aku 1 SMA (tahun 1995) hingga kini. Saat itu umurnya setahun. Kudapat dari Pak Syam tetanggaku, yang malas pakai kacamata, dan senang sekali pidato.

Waku adalah temanku yang setia ketika aku terkena badai asmara tahun 1995 dan tahun 2000. Tentu saja selain teman-teman Lucky 7 dan bangsa-bangsa.

Waku sangat manis, apalagi kalau tersenyum. Walau dia kadang sadis, bisa menyabik-nyabik tikus dan kucing, serta menangkap burung yang terbang dengan loncatannya.

Waku yang dulu makan dengan lahap, baik makanan yang diberi oleh kami (bokap, nyokap, dan aku) maupun makanan hasil buruannya. Kini mati setelah beberapa hari tanpa napsu makan.

Fliegen

Friday, August 11th, 2006

Aku pernah terbang ke Singapura
Juga Kuala Lumpur, di Malaysia
Tidak lupa juga Abu Dhabi, negara mana, ya?
Lalu Amsterdam, Belanda
Namun semuanya hanya persinggahan sebentar

Waktu kecil pernah terbang ke Zurich, Swiss.
Sekarang lumayanleh bisa sampai Hannover, Jerman.

Namun dari semua penerbangan,
yang paling indah adalah

Terbang ke hatimu…
Kapan ya bisa ke sana lagi?

Andai aku bisa

Thursday, August 10th, 2006

Andai aku menjadi topimu,
aku akan melindungi dirimu
dari silaunya terik mentari yang menusuk matamu
atau hujan rintik-rintik yang menghujam kepalamu

Andai aku menjadi sweatermu,
aku akan selalu memelukmu
menghangatkan tubuhmu
melindungimu dari kejamnya udara dingin

Andai aku jadi kacamatamu,
aku akan menemanimu memandang dunia yang luas
menemanimu belajar dari buku-bukumu
menemanimu tertawa ketika kau baca cerita lucu

Kita bisa melihat indahnya bulan purnama sama-sama
Atau senyum malu-malu bulan sabit ketika dia sembunyi di balik awan

Andai aku jadi antingmu,
aku akan menemanimu mendengar musik-musik indah
mendengar kicau burung di pagi hari
atau teriakan bokap nyokap yang menyuruhmu lekas berangkat

Andai aku jadi pelembab bibirmu,
aku akan melindungimu dari keringnya dunia yang saat ini tampak kurang cinta
aku akan menghiasi senyummu yang indah
aku akan menemanimu saat kau berbicara di depan kawan-kawanmu
menemanimu saat kau terbahak-bahak mendengar cerita lucu
menemanimu saat kau mencium kekasihmu yang baru

Andai aku jadi sepatumu,
aku akan membawamu keliling duniamu yang penuh cinta dan semangat
aku akan melindungimu dari tajamnya kerikil
serta kotornya dunia yang kauinjak dengan kakimu

Namun, aku ingin melindungimu di seluruh tempat,
aku ingin melindungi rahasiamu,
di tempat-tempat rahasiamu
aku ingin jadi celana dalammu

Sang Pencinta

Thursday, August 3rd, 2006

Aku adalah Sang Pencinta…

Aku dilahirkan karena cinta…

Aku bangga bisa mencinta…

Aku bahagia karena yakin bahwa aku selalu dicinta…

Walau kita tak menjadi sepasang pencinta…

yakinlah selalu bahwa tanpa saling memiliki kita pun tetap punya cinta…

Mari kita bercinta…

Test test testis

Tuesday, August 1st, 2006

Aku betul-betul goblog kalau masalah blog.

Aku sedang mencoba blog ini.

Seumur hidup baru kali ini nyoba membuat blog.

Seperti yang lain, aku juga mau Go Blog…