Archive for March, 2007

Laki-laki Patah Hati

Thursday, March 29th, 2007

Laki-laki Patah Hati

Seperti apakah bila laki-laki patah hati? Jawabannya tidak tahu. Seberapa besarnya kadar patah hati tersebut juga menentukan apa yang dirasakan lelaki patah hati.

Dulu, sewaktu SMA, ada seorang guru bahasa Inggris. Dia patah hati karena hubungannya dengan seorang wanita berambut panjang kandas. apa yang terjadi kemudian? Wajahnya selalu tampil dalam keadaan murung, jutek, dan tidak ramah. Dia sering bercerita tentang hari kiamat, kisah-kisah sedih dalam bahasa Inggris yang selalu punya ending ada yang mati. Lalu ketika ulangan, dia tiba-tiba mengelus rambut siswi yang rambutnya panjang sambil matanya kosong. Tentu saja siswi tersebut ketakutan. Sekarang, dia sudah menikah. Guru tersebut wajahnya lebih cerah dan tidak pernah mengelus rambut siswi lagi. Dia bisa cerita lucu.

Nah, ketika aku kuliah S1 di UGT (Universitas Gajah Tapa), aku merasakan patah hati terparah. Ternyata aku tahu apa yang dirasakan guru itu. Aku mulai terobsesi dengan kematian. Aku tiba-tiba kehilangan gairah hidup. Aku jadi malas belajar, dengan pikiran, ah buat apa belajar, hidupku tidak akan lama lagi, kok. Aku juga jadi banyak marah-marah. Aku juga melepaskan kesempatan untuk mendapat Cum Laude. Begitu hancurnya hidupku.

Seorang kawan memberiku buku. Buku itu menganjurkan aku rajin membaca Kitab Suci, berdoa, meditasi, dll. Seorang kawan yang lain mengajakku Doa Rosario. Yah, kucoba. Ternyata sulit sekali berdoa dalam keadaan jiwa yang hancur. Juga membaca Kitab Suci itu ternyata sulit sekali.

Suatu hari, aku datang ke suatu tempat. Di tempat itu, aku menemukan semacam pencerahan. Ada dua hal penting, yang mengubah hidupku. Pertama, aku ditawari kekuasaan dunia, suatu hal yang saat itu begitu menarik bagi diriku. Aku tolak. Rasanya seperti menyangkal diriku sendiri. Kekuasaan itu begitu menarik, tapi ada sesuatu hal yang lebih tinggi yang membuatku menolak kuasa itu. Kedua, aku menemukan seorang wanita yang menyelamatkanku dari kehancuran.

Semalam sepulang acara itu, dadaku terasa sesak. Mimpi-mimpi tak beraturan. Mengapa aku merasa seperti kematian datang menjemputku? Lalu kulihat cahaya dalam mimpiku. Paginya aku bangun. Tiba-tiba seluruh hidupku berubah. Semangat hidupku kembali lagi. Aku seperti menjadi manusia baru.

Aku jadi tahu apa tujuan hidupku saat itu, yaitu

1. menyelesaikan studi S1

2. memperjuangkan cinta wanita itu

3. berdamai dengan Tuhan

4. yah, dan lain-lain.

Semua kacau balau Tugas Akhir S1 dalam 3 semester, bisa diselesaikan hanya dalam 3 bulan, laporan diselesaikan dalam 3 minggu. Walau aku harus berjuang melawan listrik mati (PLN brengsek) dan lain-lain, namun aku selalu merasakan bahwa ini bukan saatnya menyerah.

Ternyata memperjuangkan cinta wanita itu, juga banyak rintangan. Aku harus menghadapi banyak saingan, lalu ibunya yang kaga siap, dianya yang jual mahal, dan yang paling berat adalah menghadapi diri sendiri. Sifatku yang neurotik dan mengalami gangguan komunikasi "minta perhatian" lebih, lumayan mengganggu hubungan ini. Ternyata aku berhasil mendapatkan cinta wanita ini.

Ternyata setelah aku lulus S1 dan setelah mendapat cinta wanita ini, hidupku berubah lebih baik lagi. Aku bisa menghargai kehidupan. Aku tidak lagi terobsesi dengan kematian. Aku tahu apa tujuan hidupku. Aku bisa melihat cinta di mata kedua orangtuaku, di mata kawan-kawan, dll. Aku bisa bersyukur atas kehidupan. Aku bisa tahu arti pepatah "Seberapapun gelapnya malam, esok cahaya kan datang".

Sayang sekali, aku harus memutuskan wanita ini pada hari keberangkatanku dari Indonesia, atau sehari sebelum sampai Jerman. Namun, tidak ada patah hati parah selama memutuskan wanita ini. Aku bisa tahu kalau ini yang terbaik.

Wanita ini sudah membasuh jiwaku dan sudah saatnya dia membasuh jiwa yang lain. Walau bara cinta masih ada dalam diriku, tapi cinta ini tidak cukup buat kami mengorbankan waktu dan perasaan dalam penantian. Bara cinta ini tak cukup untuk membangun kesetiaan. Selain itu, sepertinya banyak ketidakseimbangan kosmik yang terjadi dalam hubungan ini. Aku tahu dia akan menemukan pria yang lebih baik dariku. Dan aku tahu pula aku akan mendapat sesuatu yang lebih besar dengan mengorbankan hubungan ini.

Aku kini yakin Tuhan punya rencana besar bagi diriku. Aku sudah merasakan didikan Tuhan, dan aku kini Condro yang berbeda. Lebih kuat, lebih tegar, lebih berani, dan tahu apa yang kumau, dan yang lebih penting adalah lebih siap menerima didikan Tuhan yang akan datang.

Yah, kadang-kadang sisi gelapku mengajakku untuk kembali ke duniaku yang hancur dulu. Tapi cahaya ini masih terlampau indah untuk membuatku pergi ke kegelapan.

Kejujuran anjing dan kegelapanku

Thursday, March 29th, 2007

Aku kagum dengan kejujuran anjing.

Mereka selalu bisa jujur mengungkapkan perasaannya.

Mereka pun tidak peduli apa kata orang tentang diri mereka.

Aku ingin bisa jujur seperti itu, tapi terlalu takut dengan komentar orang-orang.

Ketika anjing butuh perhatian orang, mereka bisa jujur.

Kalau aku, wah, pasti pakai mikir-mikir. Biasanya orang akan bilang kalau aku kekanak-kanakan.

Di satu sisi, aku mungkin punya masalah gangguan komunikasi, sehingga membutuhkan perhatian di atas "orang normal". Apakah ini sebentuk autisme, aku tak tahu. Aku belum pernah dicek ke psikolog maupun psikiater.

Di sisi lain, aku terlampau takut mengungkapkan perasaan ini. Pengalamanku dengan wanita, membuatku terlampau takut berbuat jujur. Aku terlalu takut sakit hati karena dibilang kekanak-kanakan. Manusia kadang-kadang terlampau kejam dalam berkata-kata. Tapi ini dunia manusia, aku harus selalu siap menerima kata-kata kejam orang tentang diriku.

Kalau saja, aku seekor anjing, mungkin hidupku tak perlu tersiksa oleh perasaan ini.

Sisi rasionalitasku masih bisa sampai kini mengendalikan diriku. Tapi aku merasakan ada sisi gelap dalam diriku yang siap meledak. Suatu sisi di mana tidak ada moralitas, hanya ada kebebasan, kemarahan, tidak ada rasa bersalah, tidak ada rasa takut. Inilah yang dinamakan psikopat.

Aku mungkin belum melangkah ke sisi itu. Namun kegelapan itu selalu mengajakku untuk pergi ke sana. Entah sampai kapan ku bisa bertahan.

Aku jadi ingat anjingku dulu yang selalu ramah padaku, namun sebetulnya dia memiliki sifat ganas. Anjingku bisa membunuh hewan lain.

Anjingku ini selalu mengingatkanku akan sisi gelapku yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Antara aku, kafein, dan tugas kuliah

Thursday, March 29th, 2007

Setelah hari minggu lalu, tidak tidur mengerjakan Tugas Computational Intelligence, ditemani "hanya" 3 cangkir kopi. Tapi masalahnya adalah secangkir kopi, aku isi setengahnya dengan bubuk kopi dan sedikit gula. Hasilnya aku mengerjakan tugas dengan jantung berdebar-debar, hingga ganti hari Senin. Hanya orang gila saja, yang minum kaya gitu.

Hari Senin, tepat 5 menit menjelang tenggat waktu (deadline), aku kumpulkan tugas. Debar jantung tak teratur akibat kafein plus lari pagi naik ke lantai 3 ditambah dengan kepala pusing tidak sarapan dan tekanan darah pasti kacau karena begadang.

Setelah itu aku mulai mual. Lalu kucoba muntah di WC, ternyata tidak keluar apa-apa. Tenggorokan rasanya panas. Mata berair. Dunia serasa berputar.

Lalu pergi ke Mensa, dan makan. Setelah makan, keadaanku mendingan. Aku bisa merasakan gula darah mengalir dalam darah, mengembalikan energiku. Di Mensa pula, aku bertemu kawan-kawan yang mengerjakan tugas yang sama. Wajah mereka adalah wajah-wajah begadang. Dasar dosen gila, memberi tugas di saat banyak ujian.

Nah, akibat efek ekstra kafein dan begadang itulah, sampai Kamis ini (atau Jumat) aku mengalami serangkaian insomnia dan rasanya seperti jetlag. Mungkin aku harus mendisiplinkan diri lagi mulai Jumat besok untuk tidur yang benar, makan buah-buahan, dan banyak minum air bening. Siapa tahu metabolisme yang kacau dan jam tubuh ini bisa pulih.

Gila, sampai jam 5 pagi ini, gua kaga bisa tidur dan menulis blog ini. Belajar pun kaga bisa konsen. Apapun yang terjadi, aku masih ada 2 ujian lagi. Aku harus kembali ke jalan yang benar, yaitu jalan pelajar. Aku harus kembali belajar tekun, supaya cepat lulus dan kembali ke Indonesia, terutama Bandung. Jumat ini, setelah bangun pagi (bangun kesiangan, kali), aku bertekad untuk belajar.

Segawon

Monday, March 26th, 2007

Segawon itu bahasa Jawa Krama Hinggil untuk ‘Anjing’.
Hewan berkaki empat ini begitu bermakna bagi banyak orang. Orang Bandung sering menggunakan kata ‘Anjing’ untuk menggantikan titik dan koma dalam bahasa lisan juga kadang-kadang dipakai untuk memulai kalimat. Kata ‘anjing’ juga sering dipergunakan untuk mengumpat.
Orang Eropa dan Amerika menganggap anjing sebagai "Men’s bestfriend". Mereka menganggap anjing sebagai teman, dan kadang-kadang keluarga sendiri.Bagi mereka anjing adalah simbol kesetiaan. Memang sih, di Jerman, anjing begitu setia dengan pemiliknya.
Bagi orang daerah Sunda, anjing memiliki konotasi negatif. Kenajisan berhubungan dengan anjing. Kalau terkena jilatannya, maka harus 7 kali membersihkan diri dengan tanah. Kata Ayu Utami, ada hubungan antara cerita Tangkuban Perahu dengan keburukan anjing. Seorang dewa dikutuk menjadi anjing. Lalu pada waktu tertentu, anjing tersebut menjadi sosok dewa lagi. Lalu dia mengawini seorang perempuan. Perempuan tersebut melahirkan Sangkuriang. Lalu  Sangkuriang dibuang ibunya karena dia membunuh anjing tersebut. Bertahun-tahun kemudian, Sangkuriang lupa ibunya, dan dia malah ingin mengawini ibunya. Di sini, anjing dianggap buruk karena berhubungan dengan kutukan, incest, dan pembunuhan dalam keluarga.
Kembali tentang anjing yang setia. Anjing adalah makhluk yang paling setia menemani Yudhistira dari Pandawa Lima hingga ke puncak gunung. Saudara-saudaranya, yaitu Arjuna, Bima, Nakula, Sadewa satu per satu meninggalkannya. Ini adalah kisah dari India.
Bagi beberapa suku di Asia, anjing sangat disukai. Maksud saya disukai ketika terhidang di meja makan. Biasanya anjing disajikan dengan pedas dan penuh rempah-rempah. Di Solo, anjing jadi sate jamu. Di lapo-lapo jadi Saksang B1.
Nah, bagaimana dengan aku?
Aku penggemar anjing. Bukan hanya suka anjing ketika dia terhidang di meja makan, tapi juga suka anjing yang hidup. Aku dulu memelihara anjing "wretched mongrel",  artinya anjing kampung.  Maksudnya, anjing yang kaga jelas keturunan apa, campur sana campur sini.  Walau bau mulut dan bau badan, anjing itu betul-betul menyenangkan sebagai teman. Hewan ini relatif ceria dan suka tersenyum (begitu juga kata Ayu Utami). Anjing yang penakut punya kebiasaan menggeram. Anjing yang tidak disusui induknya, biasanya kurang ramah. Anjing yang kebelet pipis, biasanya pasang muka aneh. Anjing juga jujur mengungkapkan perasaannya dari ekspresi-ekspresi mukanya, posisi ekornya. Manusia sering kesulitan mengekspresikan perasaannya.  Mungkin manusia takut dihakimi dan takut dinilai orang lain. anjing tidak begitu. Dia tidak takut akan penghakiman moral atau penilaian orang lain. Anjing menjadi dirinya sendiri. Andai aku bisa seperti anjing.
Ada lagi yang menarik dari anjing. Kerjaannya makan, tidur, lari-lari, teriak-teriak (menyalak), kawin, dan kaga perlu mikir bagaimana cara mencari duit, cara naik pangkat, ritual rumit manusia dalam mencari pasangan, cara memakai laptop yang benar, dll. Dia juga tidak peduli bau badannya sendiri. Aku sih sering tidak pede dengan diri sendiri, sehingga pasang deodorant, pakai pasta gigi yang aromanya segar, dan  semua zat kimia yang ditaruh di tubuh lainnya.
Sifat anjing lainnya yang klop denganku adalah selain sama-sama suka dengan makan-makan, juga adalah rasa ingin tahu. Anjing dan aku adalah sosok yang punya rasa ingin tahu besar. Kebiasaan anjing dalam mengeksplorasi dunia yang baru dengan hidungnya, cukup klop denganku mengeksplorasi dunia yang baru dengan kemampuan baca tulisku. Aku senang membaca milis, buku, dan bacaan lainnya.
Anjing selalu menganggap orang yang memberi dia makanan adalah teman. Aku juga sama. Jadi kalau ada kawan yang mengundang aku makan-makan di rumahnya, pasti dia tidak mudah kulupakan dan persahabatan ini biasanya langgeng.
Mengapa, ya, aku lebih mengerti anjing daripada wanita?
Aku  bisa tahu menghadapi anjing yang ramah, galak, lincah, pemalas,  dan tipe-tipe lainnya, tapi mengenai wanita, tiba-tiba menjadi seperti tidak tahu apa-apa. Sepertinya inilah yang disebut keterasingan seorang Condro dari wanita.

Kebahagiaan yang menyakitkan

Monday, March 26th, 2007

Percayakah kalau kebahagiaan bisa juga menyakitkan?
aku sih percaya-percaya saja. Di dalam kebahagiaan kita, terkandung derita orang lain. Hal ini aku percaya supaya aku selalu terus hidup dalam pertobatan.

Ketika kita punya usaha, dan kita bahagia dengan uang yang kita peroleh, sering tidak kita sadari bahwa kebahagiaan kita berada di atas penderitaan para buruh yang kita tekan upahnya sebisa mungkin, dan hak-haknya diinjak-injak.

Ketika kita bahagia punya rumah bersih rapih, pakaian disetrika dan ditata rapi dalam lemari, karena kita memekerjakan pembantu, kita juga bahagia di atas penderitaan para pembantu yang upahnya kita tekan serendah-rendahnya.

Ketika kita bahagia punya pacar, atau mungkin bahagia bisa menikah, kita mungkin juga berbahagia di atas penderitaan orang lain yang patah hati karena mengharapkan cinta kita atau cinta pasangan kita.

Ketika kita bahagia karena diterima kerja di suatu tempat, kita juga membuat banyak orang tidak keterima kerja. Kita berbahagia di atas derita orang lain.
Hal yang sama ketika kita dapat suatu posisi tertentu dalam pekerjaan, kita juga menyingkirkan banyak orang.

Ketika kita bahagia dapat beasiswa sehingga dapat studi lanjut ke luar negeri, kita pun menyingkirkan banyak kandidat lain. Kita bahagia di atas kekecewaan orang lain.

Nah, untuk itulah kita perlu mengucap syukur untuk semua kebahagiaan kita dan memohon pengampunan dari Tuhan untuk semua dosa yang kita sadari maupun tidak kita sadari.

Kalaupun ternyata Tuhan tidak ada, yah, kita pun perlu merasa bersyukur dan selalu sadar bahwa masih banyak orang yang menderita di dunia ini.

NOKIA 5110

Thursday, March 22nd, 2007

NOKIA 5110

Ponsel ini adalah HP Sejuta Umat pada tahun 2000.

Aku beli NOKIA 5110, setelah menjual BMW C700 (Motor Bebek Merah Warnanya C700) dengan harga yang tak jauh berbeda, yang gua sayang kaya adik gua sendiri, tapi jarang gua mandiin. Motor gua yang ini umurnya memang kaga jauh beda dengan gua. Motor ditukar HP.

Sejak saat itulah, aku bercinta dengan HP ini. Aku betul-betul sayang HP ini. Jari-jemariku selalu ingin menggerayangi HP ini. Tombol-tombolnya senang kutekan-tekan untuk berSMS atau sekadar main ular (Snake). Kayanya kalau kaga gua pakai SMS, gua geregetan. NOKIA memang HP yang tepat untuk penggemar SMS, beda dengan SIEMENS atau MOTOROLA.

HP ini tahan banting dan setia. Dia tidak meninggalkanku ketika gua butuh dia. Beda, ya, dengan cewe-cewe yang telah kuberikan hatiku. Dia betul-betul tahan banting, dengan artian, ketika dia jatuh, dia hanya copot baterenya, lalu ketika dipasang baterenya, dia masih berfungsi dengan baik.

HP ini juga hemat batere. Kaga boros. Cewe-cewe yang telah menggenggam hatiku, sangat memboroskan pikiran dan perasaanku. Beberapa cewe sih, juga memboroskan kantongku. Untung saja Tuhan masih menganugerahiku kecerdasan finansial, sehingga aku tak pernah kekurangan duit parah. Puji dan Syukur untuk Tuhan, deh.

Kesetiaan HP milikku ini teruji, ketika dia menemaniku dari Bandung, Semarang, Jakarta, Wonosobo, Dieng, hingga Bremen Jerman. Sayang sekali, aku sempat selingkuh dengan NOKIA yang lain, ketika aku pergi ke Bali. Maafkan aku, ya, sayang!

Pulang dari DIENG, aku sempat panik, ketika sampai rumah HP ini hilang. Aku takut sekali kehilangan HP tercintaku. Ternyata HP ini, jatuh di mobil, bukan di DIENG. Untung saja, di mobil tersebut HP ini tidak digondol orang. Sejak saat itulah, aku bete dengan orang-orang yang mengajakku pergi ke Dieng.

HP NOKIA 5110 inilah yang membangunkan aku di pagi hari hingga kini di Bremen berangin ini. Tanpa dia, gua sulit bangun pagi. Dulu suara weker HP ini digabung suara cempreng nyokap, bagai suara paduan suara, membuatku bangun pagi di Bandung. Kini di Bremen, HP setiaku inilah, yang masih bisa nyanyi solo (bukan Bengawan Solo), menggoyangkan kesadaranku supaya bebas dari alam mimpi. Dering pagi hari selalu mengingatkanku agar bangun pagi, lekas sarapan, lalu Pesta Toilet, lalu berangkat kuliah tidak telat supaya cepat lulus dan bisa balik lagi ke Indonesia untuk mendengar suara cempreng ibuku. HP ini membuatku kangen dengan ibuku.

HP ini selalu kutaruh di samping tempat tidurku. Dia betul-betul dekat di kuping dan dekat di hati. Walau kusudah poligami dengan XDA NEO, aku tetap mencintai HP Nokia 5110 yang menjadi HP pertamaku. Poligami itu bukan masalah halal dan haram, tapi masalah enak dan ueennaaakkk….

HP ini juga yang menemaniku ketika aku melewati patah hati yang satu ke patah hati yang lain. HP ini selalu bisa kugenggam dan kupercaya, berbeda dengan wanita yang numpang lewat dalam relung hatiku. Walau HP ini sudah tidak cantik lagi, HP ini selalu bisa diandalkan.

Semua kawan memiliki umur, mungkin suatu hari HP milikku ini akan meninggalkanku. Kita harus rawat baik-baik semua hubungan kita dengan kawan-kawan kita. Aku harus jaga HP tercintaku ini hingga salah satu di antara kita mati.

Mengapa aku tidak bisa menulis Blogs

Thursday, March 22nd, 2007

Baru saja mencoba menulis Blogs di Friendster.

Udah gua tulis sebagian, lalu gua save.

Nah ketika gua nulis panjang-panjang, gua save lagi. Dan gua dengan ingin tahu, gua klik view blog. Tulisan gua panjang-panjang hilang semua. Cuma ada sebagian yang gua save pertama kali.

Gua bete, gua hapus semua tulisan blogs gua.

Ternyata gua dan teknologi komputer memang tidak bisa klop. Kenapa, ya, dulu gua milih jurusan Teknik Elektro?

Gua sampai kini kaga becus C++. Orang lain bikin program dalam waktu 2 jam, gua butuh waktu 2 minggu. Orang lain udah bisa ngomong tentang prosesor, VGA card, merk laptop, software ini itu, bikin web, bikin blogs, HTML, Dreamweaver, bla bla bla, dsb sedangkan gua cuma tahu ngetik di Word dan merumus-rumus Excel, mengetik Email, browsing, nonton film, dengerin MP3, dan sedikitlah coding dengan m file di MATLAB.

Sampai kini aku masih bercinta bersama Laptop rusakku dan aku belum mencari Laptop baru. Aku masih pikir-pikir ingin poligami atau ingin menceraikan Laptop lamaku. Kalau aku poligami, maka Laptop lamaku harus masuk rehab, dan biarkanlah aku bercinta dengan Laptop baru hingga mencapai multiorgasme. Mungkin akan kuceraikan Laptop lamaku jika biaya rehabnya kebesaran.

Semoga bulan depan, aku sudah bisa mendapatkan Laptop baru.

Di duniaku ini, hanya dua hal yang membuatku uring-uringan dan hidup kaga tenang. Di satu sisi, gua butuh, tapi di sisi lain, kaga bisa klop dengan baik. Pertama adalah teknologi komputer  dan kedua adalah cewe. Gua kaga pernah merasa berhasil dengan keduanya. Selalu saja membuatku sedih dan kecewa.