Archive for April, 2007

Beda ITB dengan Uni Bremen

Thursday, April 26th, 2007

Beda ITB dengan Uni Bremen

Bremen, 26 April 2007, Profesor, dosen, dan mahasiswa Uni Bremen mengadakan kuliah di depan gedung parlemen kota Bremen sebagai aksi protes pemotongan anggaran pendidikan.
Banyak yang kuliah melantai. Beberapa jurusan yang beruntung (dekat kafe), kuliah duduk di kursi, sambil minum jus. Contohnya jurusanku Teknik Elektro.

JAdi ingat kejadian beberapa hari lalu di ITB. Beberapa mahasiswa ujian, sambil melantai di pelataran MAsjid Salman.
Tapi ujian seperti ini, bukan aksi yang berhubungan dengan anggaran pendidikan.
Semuanya gara-gara kedatangan Wapres JK, yang memakai satu ruang di kampus, lalu Dosen dan mahasiswa ITB tidak diijinkan memakai ruangan lain di seluruh kampus ITB untuk kegiatan mereka.
Intinya sih seluruh kampus ITB ditutup karena ada satu orang VVIP ingin memakai satu ruangan di ITB.
Beberapa ujian dibatalkan, kecuali jurusan biologi yang gelar tikar depan MAsjid Salman.
Kegiatan perkuliahan dipindahtempatkan atau dibatalkan, kecuali kuliah umum bersama Wapres JK.

Ignatius Sapto Condro A.B.
(iscab)

info tentang aksi di Bremen bisa dibaca di
www.weser-kurier.de

Info tentang kejadian di ITB bisa dibaca di
www.itb.ac.id
dan beberapa koran yang terbit di Jawa Barat

tepatnya
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/04/tgl/07/time/095543/idnews/763927/idkanal/10
http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2007/042007/08/0105.htm
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0704/09/Jabar/11983.htm
http://www.itb.ac.id/news/1531
http://www.itb.ac.id/news/1533
http://www.itb.ac.id/news/1536
http://www.itb.ac.id/news/1537
http://www.itb.ac.id/news/1541
http://www.itb.ac.id/news/1561
http://geodesy.gd.itb.ac.id/bsetyadji/
http://geodesy.gd.itb.ac.id/bsetyadji/?p=139

Kuliah Hari ini

Thursday, April 26th, 2007

Kuliah Hari ini

Bremen, Kamis, 26 April 2007 pukul 13.00 (Waktu Eropa Tengah), aku baca pengumuman depan pintu kelas.
Kuliah Antriebsregelung und Mechatronik dipindah ke Markplatz (semacam alun-alun depan gedung DPRD Bremen dan dekat tempat belanja).
Oh, ya, Antriebsregelung und Mechatronik artinya Control of Electrical Drives and Mechatronics.
Mmm… bahasa Indonesianya electrical drives itu apa, ya? Penggerak Elektrik?

Profesor, dosen, mahasiswa melakukan protes sejak minggu lalu.
Kuliah dan seminar 24 jam dalam kampus diadakan minggu lalu.
Hari ini, kuliah diadakan di depan gedung parlemen Bremen.

Tema protesnya adalah penolakan terhadap pengurangan anggaran pendidikan di Bremen.
Anggaran pendidikan di negara bagian Bremen akan dikurangi sebesar 100 juta Euro, dan untuk Uni Bremen, anggaran dikurangi 37 juta Euro.
Akibat pengurangan anggaran:
- 30% posisi Profesor akan hilang
- Beberapa jurusan hilang, contoh: Sport (olahraga), Behindertenpaedagogik (pendidikan untuk orang cacat)
- lowongan peneliti berkurang (aku berencana lanjut doktoral, ini bisa buruk buatku)

Wah, anggaran 100 juta Euro kira-kira 1200 milyar Rupiah untuk satu negara bagian
37 juta Euro = 444 milyar rupiah untuk satu universitas.
Anggaran yang cukup besar untuk pendidikan.

Wah, andai waktu dulu kuliah di ITB, ada demo bertopik anggaran pendidikan di depan Gedung Sate (DPRD Jawa Barat) seperti ini, pasti asyik.

Nah, kembali ke kuliahku. Aku sampai Markplatz, jam 13.45, telat 1 halaman.
Sudah ada papan tulis portabel (beroda) dan seorang asisten dosen yang mengajar.
Profesorku sedang masuk ke ruang parlemen, untuk berbincang-bincang dengan wakil rakyat.
Mengisi daftar hadir, kemudian aku dikuliahi hal-hal tentang motor listrik, kendali (waktu) optimal, dll.
Karena dekat kafe, kami (mahasiswa Teknik Elektro) kuliah sambil mesan jus.
Orang-orang pun lalu lalang. Di musim semi yang terlalu panas ini, kami kuliah sambil cuci mata. Mahasiswa Teknik Elektro yang datang lelaki semua. Yang lalu lalang, banyak wanita cantik berpakaian musim panas (tank top, you can see, dll)

Jurusan lain juga mengadakan kuliah di Markplatz.
Ada yang kuliah ekonomi, dengan grafik-grafiknya.
Ada yang kuliah hukum, sosial, matematika, dll.
Profesor, dosen, dan mahasiswa menunjukkan solidaritasnya untuk menolak pemotongan anggaran pendidikan.

Jarang sekali, saya lihat di Indonesia, solidaritas seperti ini untuk memperjuangkan anggaran pendidikan 20% sesuai amanat konstitusi.

Ignatius Sapto Condro A.B.
(iscab)

info lebih lanjut tentang aksi di Bremen ini bisa didapat di
www.weser-kurier.de

Death Obsession in Virginia Tech

Thursday, April 19th, 2007

Hehehe… jangan tertipu dengan judul Bahasa Inggris.

Aku pemakai Bahasa Indonesia yang taat. Aku lagi pengen bincang2 masalah obsesi akan kematian. Salah satu contoh, mahasiswa Virginia Tech yang bernama Cho Seung-Hui yang menembaki orang-orang di asrama dan kampus lalu bunuh diri. Ada 32 orang mati terbunuh, atau mungkin sudah nambah.

Aku juga punya pengalaman lain. Aku juga pernah terobsesi dengan kematian. Tahun 2000-2002, ketika aku patah hati, aku selalu membayangkan kematian. Pernah berpikir bagaimana ya rasanya bunuh diri. Aku juga marah kepada banyak orang, seluruh dunia serasa memojokkanku dan merendahkanku. Sebelum tidur, aku berpikir besok aku akan mati, lalu ketika bangun tidur, aku bertanya-tanya mengapa aku belum mati. Mungkin pikiran Cho, mahasiswa Virginia Tech itu, ada suatu hal yang mirip. Dia punya sifat homicidal dan suicidal. Kalau dulu, aku rasanya punya sifat suicidal, walaupun marah kepada orang-orang di sekitarku, aku tidak ingin membunuh mereka. Cho membunuh lalu bunuh diri.

Homicidal = membunuh orang lain

Suicidal = membunuh diri sendiri

Pengalaman lain selama kuliah adalah mengenal seorang kawan yang berusaha bunuh diri. Pagi hari, aku dan dia main karambol bareng sambil ngobrol-ngobrol. Dia sepertinya banyak pikiran, sehingga aku bisa menang main karambol. Biasanya aku mudah dikalahkan. Lalu aku kuliah, dan dia bilang dia mau pergi ke BIP. Ketika siangnya aku kembali dari kuliah, kawanku ini sedang dibicarakan banyak orang. Dia diantar ke rumah sakit. Aku lalu bertanya-tanya, orang-orang malas menjawab. Aku mendapat informasi sepotong-sepotong, lalu bagaikan puzzle, info kususun. Dia pergi ke BIP membeli pisau. Lalu mencoba memotong urat nadi dengan menyayat tangan. Karena sayatan yang salah, dia masih bisa selamat, walau darah di mana-mana. Info lain, kudapatkan bahwa dia patah hati. Sebetulnya, selain patah hati, dia juga punya masalah dengan orang tuanya. Orang tuanya ingin dia kuliah di ITB, tapi dia ingin kuliah jurusan lain yang tidak ada di ITB. Masalahnya kompleks. Kawanku ini sering membuat gambar-gambar kartun yang ceritanya aneh, penuh kekerasan, dan banyak adegan sadis. Kalau aku melihat goresan pensil pada gambarnya, aku merasakan nuansa, suatu masalah dalam kejiwaan. Yang menakutkan adalah aku merasakan bahwa kekacauan jiwanya adalah gambaran diriku. Aku merasakan semua kegalauannya sama dengan kegalauanku yang sedang patah hati.

Nuansa kejiwaan yang bermasalah dari Cho (pembantai di Virginia) dan kawanku yang mencoba bunuh diri, kutangkap dari karya-karya mereka. Cho dengan video dan tulisannnya, kawanku ini dengan gambar-gambarnya. Semuanya menggambarkan diriku, ketika dulu aku terobsesi dengan kematian. Mereka memilih jalan mereka masing-masing. Cho membantai lalu bunuh diri, dan mati. Kawanku mencoba bunuh diri, selamat, dan kuliah di jurusan yang diinginkan lalu nampaknya dia senang dengan kehidupan barunya. Aku juga memilih jalanku. Aku terbebas dari patah hati, setelah bertemu wanita yang hebat yang mau jadi pacarku, lalu bisa lulus S1, kerja, dan lanjut kuliah S2. Andai Cho, memilih jalan lain, mungkin cerita bakal berbeda.

Kata psikolog aliran Freudian (Sigmund Freud), obsesi terhadap kematian berhubungan dengan fiksasi anal. Perkembangan jiwa (kata aliran Freudian) berhubungan dengan perkembangan seksual, yang terbagi dalam fasa-fasa tertentu. Ada yang salah pada fasa anal, sehingga timbul masalah fiksasi anal. Karena aku ini kaga mengerti psikologi, maka tolong, ya, kalau punya kawan psikologi, kasih tahu aku dan minta dia jelasin apa itu fiksasi anal.

Nah, karena aku tidak tahu apa itu fiksasi anal. Maka sekarang aku ngelantur kaga jelas. Apakah fiksasi anal itu berhubungan dengan buang air besar? Setiap kali aku buang air besar, aku berlama-lama di WC. Butuh 5 menit (kata orang 10 menit) menunggu, hingga hajat pertama keluar. Lalu hajat terakhir pun keluarnya lama. Selain itu, buang hajat rasanya enak sekali. Mungkin ada hubungannya juga dengan sensasi seksual. Aku pun baru mau bersih diri (cebok) ketika hajat terakhir sudah habis dan mengikuti aliran guyuran. Let it flow, man! Aku pun punya ritual bersih diri yang lama dan panjang. Pertama aku siram anusku dengan air (boros air dah) sampai agak-agak yakin tidak ada banyak hajat di situ. Lalu aku bersih diri dengan sabun, hingga dua kali. Aku merasa kurang bersih kalau hanya sekali. Mmmm, mungkin juga ada sensasi seksual tertentu ketika aku bersih diri. Nah, di Jerman, karena pakai tisu, aku bersih diri banyak memboroskan tisu.

apakah ada hubungannya sensasi asyik ketika buang air besar dan bersih diri, dengan fiksasi anal?

BTW, aku juga kalau mandi lama. Aku rasanya senang sekali, kalau air mengalir membelai tubuhku. Aku senang ketika tanganku yang bersabun meraba-raba tubuhku. Aku senang pijatan lembut tanganku di kepala ketika keramas. Mungkin juga ada sensasi seksual saat mandi. Apakah ini juga ada hubungannya dengan perkembangan seksual ala Freudian?

Andai aku belajar psikologi.