Archive for May, 2007

Mencari jodoh butuh biaya

Tuesday, May 29th, 2007

Mencari Jodoh itu butuh biaya.

Mencari jodoh itu bisa dianggap investasi atau bisa juga tabungan. Steven Covey saja sampai membuat teori tentang tabungan emosi. Biaya dalam bahasa Inggris itu disebut cost, nah, apa saja cost itu.

1. economical cost: uang

2. emotional cost: courage, confidence, happiness, dll.

3. social cost: relation and connection

4. time cost

5. intellectual cost: knowledge, intelligence

Jadi sebelum mencari jodoh, harus siap-siap dengan modal besar. Nah, apa saja modal mencari jodoh.

1. Uang

Uang dibutuhkan untuk apa saja?

a. nraktir: makan, minum, dan nonton

b. kontak: telpon, SMS, internet, email, dan turunannya

c. transportasi: bensin, sewa motor atau mobil plus asuransi.

(kalau minjam kendaraan ke bokap atau ke teman, kan setidak-tidaknya kita harus mengorbankan sesuatu misalnya nraktir atau harus nelpon, juga mobil harus kembali mulus, nah kita harus siapkan biaya resiko kalau lecet atau lebih parah)

d. keamanan: rokok atau uang untuk anak muda yang sering ngumpul dan nongkrong di jalan menuju rumah si doi.

e. hadiah: jalan-jalan ke pertokoan, ulang tahun, Valentine, tahun baru, hari jadian, minta maaf, kencan pertama, kencan ketiga, dll biasanya ada hadiah masing-masing.

f. belajar: buku, koran, internet, dll

g. dan lain-lain

2. Waktu

Waktu itu juga cost yang penting. Kita harus menyediakan waktu untuk

a. kontak audio: nelpon, bikin lagu, mengikuti perkembangan musik si doi, dll

b. kontak visual: menulis email, membuat puisi, menggambar, membuat hadiah hasil karya sendiri, dll

c. kontak audiovisual: datang ke rumahnya, jalan-jalan dengannya, jalan dengannya plus dengan teman-temannya, jalan dengannya plus keluarganya

d. waktu buat menghilangkan stress ketika lagi masalah ama si doi

e. waktu buat menyembuhkan depresi ketika si doi bikin patah hati

f. dll

3. Courage

Courage atau keberanian juga dibutuhkan untuk

a. perkenalan: memulai pembicaraan pada target menarik yang belum kita kenal

b. mengajak jalan bareng pertama kali

c. bertemu ortu si doi pertama kali

d. bertemu kawan-kawan si doi pertama kali yang pasti akan menilai kamu.

e. nembak atau menyatakan cinta

f. bertemu preman atau pemuda yang sering ngumpul dan nongkrong di jalan menuju rumahnya

g. mengajak menikah (atau mengajak zusammen leben).

h. patah hati (mencari jodoh harus siap disakiti)

i. berkompetisi dengan saingan

4. Relation

Relasi yang baik dengan orang-orang dibutuhkan pencari jodoh. Yang perlu diingat:

a. setiap kenalan dapat menjadi jodoh kita

b. kenalan tertentu (orang tua dan sahabat dekat) adalah tempat kita berlindung, ketika kita menjadi korban patah hati.

Relasi antar manusia sering rusak ketika manusia mencari jodoh.

a. relasi dengan ortu

KAdang-kadang kita berada di posisi seakan-akan harus memilih antara ortu sendiri atau si doi. Relasi dengan ortu kadang-kadang harus sedikit dikorbankan.

b. Relasi dengan kawan-kawan

Yang paling ringan, adalah kalau waktu untuk jalan bareng dengan kawan-kawan berkurang ketika kita sering mengajak si doi jalan berdua. Atau kita tidak mendengarkan nasihat kawan-kawan kita tentang si doi.

Yang sedang-sedang saja, adalah kalau Kawan Tapi Mesra (KTM) atau Kawan Jadi Target (KJT).

Yang berat, adalah kalau kawan jadi saingan (KJS) atau kalau si doi adalah mantan milik kawan kita.

Yang terberat, adalah kalau kita terlibat cinta segitiga antara doi dan kawan.

c. Relasi dengan rekan kerja

Yah, kejadiannya miriplah dengan relasi dengan kawan-kawan kalau posisinya setara. Kecuali kalau dalam dunia kerja, posisinya atasan-bawahan, maka biasanya ada yang kacau.

d. dan lain-lain

5. Happiness

Kita harus mengorbankan sedikit kebahagiaan kita, tentu saja untuk kebahagiaan yang lebih besar. Miriplah dengan investasi. Kita harus keluar uang dulu, baru mendapat laba besar.

Pasti kebahagiaan kita dikorbankan untuk kesedihan dan penderitaan, ketika

a. ditolak cinta

b. diputus

c. menjadi korban selingkuh

d. dipermalukan di depan umum

e. dan lain-lain

Pada dasarnya manusia menyakiti sesamanya demi kepentingan survival.

6. Self Confidence

Percaya diri dibutuhkan dalam mencari jodoh, terutama untuk

a. berkenalan

b. ngobrol dengan si doi

c. menghadapi saingan

d. ngobrol dengan ortu si doi maupun kawan-kawan si doi

e. menyatakan cinta

f. memutuskan cinta

g. menolak cinta

h. mengajak nikah (atau mengajak zusammen leben)

Hal-hal yang meningkatkan percaya diri

a. knowledge (pengetahuan)

b experience (pengalaman hidup)

c. dukungan moral dari ortu, kawan-kawan, dll

Hal yang menurunkan percaya diri

a. ditolak cinta

b. diputus cinta

c. menjadi korban selingkuh

d. dipermalukan di depan umum

7. Knowledge

Pengetahuan juga dibutuhkan dalam mencari jodoh. Untuk apa saja?

a. mengobrol

Orang yang pengetahuannya banyak, bahan obrolannya juga banyak.

b. menghadapi resiko

ORang yang pengetahuannya banyak, biasanya lebih siap resiko dari mencari jodoh, seperti ditolak, diputus, diselingkuhi, dll.

c. dan lain-lain

8. Intelligence

Kecerdasan berhubungan dengan kemampuan manusia dalam belajar. Yah, banyak buku tentang IQ, EQ, SQ, dan financial intelligence. Selagi masih muda, kemampuan belajar kita sangat tinggi, sebaiknya dipakai dalam mencari jodoh.

Kita butuh IQ untuk mengerti isi buku dan tulisan lain untuk menambah wawasan.

Kita butuh EQ untuk memahami emosi kita, si doi, ortu, kawan-kawan, saingan, dll.

Kita butuh SQ untuk memahami apa, ya?

Kita butuh Financial Intelligence untuk tidak bangkrut gara-gara mencari jodoh dan mempertahankan jodoh.

9. Nyawa

Nyawa kita juga perlu dijaga, karena kita cuma punya satu nyawa. Seorang ahli matematika bernama Gallois harus mati muda, gara-gara ditembak mati oleh saingan dalam perebutan cinta. Shakespeare membuat cerita tragedi Romeo dan Juliet. Siti Nurbaya diracun Datuk Maringgih. Nyawa ratusan orang hilang karena Paris menculik Helena, suami raja Yunani, untuk dibawa ke Troya. Masih banyak contoh lain, nyawa hilang gara-gara percintaan.

Nyawa kita bisa hilang karena

a. bunuh diri, akibat patah hati

b. persaingan yang mematikan

c. si doi ternyata sudah menikah, lalu pasangannya membunuh kita

d. dibunuh oleh keluarga sendiri (biasa terjadi di Pakistan dan negara Timur Tengah)

e. dikeroyok preman atau anak muda yang sering nongkrong dan ngumpul di jalan menuju rumah si doi

f. jantungan atau stroke, karena patah hati atau jadi korban selingkuh.

g. dibunuh si doi karena dia sakit hati

h. dan lain-lain

Visi 2030

Tuesday, May 29th, 2007

Visi 2030

Visi ini bukanlah visi dari Indonesia Forum yang berisi impian akan adanya negara kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia yang bernama Indonesia.

Visi 2030 bagiku adalah mencari jodoh saat usiaku antara 20 dan 30 tahun. Hehehe…

Isi Visi Condro 2030

1. mendapatkan wanita yang berani menatap mataku, lalu bisa berkata dengan yakin dan jujur, "Aku cinta kamu". Tidak harus pakai Bahasa Indonesia.

2. mendapatkan wanita, yang dari kecupan bibirnya di atas bibirku, dapat membuatku yakin bahwa dia memang ‘the right one’.

3. mendapatkan wanita yang mampu melindungiku dari kesepian dan rasa cemburu.

4. mendapatkan wanita yang mandiri dan tegas supaya kalau punya masalah denganku, berani dan bertanggungjawab menyelesaikan masalah berdua, bukan lari kepada orangtuanya atau kawan-kawannya.

5. mendapatkan wanita yang cerdas finansial, karena jaman sekarang banyak pernikahan kandas karena ketidakharmonisan finansial.

6. mendapatkan wanita yang betul-betul asli wanita sejak lahir dan kalau bisa organ seksual lengkap dan sehat.

7. Nah, ini yang paling penting. Jalan ke rumahnya kaga nanjak.

Yang Terlupakan

Saturday, May 26th, 2007

Yang Terlupakan…

Itu judul Blogs hari ini. Mengapa pilih judul ini?

Hal ini terjadi karena aku mencoba meng-add atau meng-invite seseorang, tapi kaga direspon, padahal dia pernah kenal aku. Ternyata aku dilupakan. Dan biasanya yang melupakanku adalah wanita-wanita yang memikat hatiku.

Menurut Ignas Kleden (atau Frans Magnis Suseno, ya?), seorang lupa, karena dia menganggap hal yang dilupakan sebagai suatu hal yang tidak penting. Seseorang tidak akan pernah melupakan hal yang penting. Supaya kamu tidak dilupakan seseorang, jadilah hal yang terpenting bagi hidup seseorang.

Berbahagialah wanita yang melupakanku, karena itu artinya kamu adalah wanita cantik dan berhasil mengambil sebagian hatiku.

Sebut saja namanya D. Aku kenal dia saat aku kelas 2 SMU dan dia 1 SMU (jamanku SMA namanya SMU). Aku kursus Bahasa Inggris bareng dia saat itu. Wajah cerianya, tawanya yang lepas, alis tebalnya, membuatku terpesona dan menyembuhkan hatiku yang hancur karena patah hati Gelombang Pertama (aku jelasin di Blogs lain tentang gelombang ini).

Saat aku 3 SMU, kami tidak bertemu lagi. Tapi saat aku kuliah semester kedua, kami bertemu lagi di suatu Bimbel. Aku menjadi pengawas Try Out, dan dia sedang berjuang untuk ujian UNPAR dan UMPTN. Hari itu nampaknya dia tidak lupa denganku. Si D ini juga mengenalkan aku dengan temannya yang sebut saja bernama X, yang 3 tahun kemudian menjadi penyiar radio Paramuda lalu juga melupakanku. Sekali lagi aku ternyata mudah dilupakan.

Si D sukses masuk ekonomi UNPAR. Lalu kami tak bertemu lagi. Suatu hari kulihat foto si D di rumah sahabat terbaikku, ternyata sobatku ini kenal si D. Lalu aku tanya-tanya tentang si D, sobatku juga bilang kaga kontak lagi dengan D. Aku ngobrol dengan sobatku kalau aku sempat punya niatan pedekate dengan si D. Sobatku bilang kan beda agama.

Suatu waktu di jalan Cihampelas, Bandung, di restoran yang kulupa namanya (Ternyata aku juga mudah melupakan, sehingga kayanya gara-gara karma, aku mudah terlupakan), aku bertemu si D. Si D bilang dia sudah kerja di Jakarta. Aku tanya-tanya HP dan dapat nomor IM3. Lumayan bisa kontak lagi. Hari itu dia tidak nampak lupa denganku.

Ketika aku pindah kerja ke Semarang, aku nonton Extravaganza. Di situ aku lihat ada penonton yang ketawa ngakak dengan mulut lebar. Kok gua ingat tawa itu, ya. Oh, ya, itu kan si D. Lalu aku SMS dia, dan ternyata benar dia.

Lalu ketika aku pindah ke Bremen, Jerman, aku temukan friendster account si D lalu aku add friends. Dia tidak meng-approve. Ternyata dia melupakanku.

Cerita lain, sebut saja namanya A. Aku kenal si A saat aku kelas 1 SMA. Tampangnya asyik dilihat. Kalau kulihat dia, ada suatu perasaan bahwa suatu hari dia akan menjadi cantik dan sexy (akhirnya aku betul).

Dulu aku mau pedekate ama si A, tetapi setelah tahu siapa kakaknya, aku urungkan niatku. Kenapa? Mau tahu aja. Pokoknya complicated. Selain itu, si A pindah sekolah ke Australia dan aku tak bertemu lagi.

Suatu hari, aku mengutak-atik friendster, aku temukan si A dan kakaknya. Dari fotonya, aku lihat si A betul-betul jadi cantik dan sexy (paling asyik kalau dibandingkan dengan kakak-adiknya). Kakaknya sukses ku-add jadi temanku, tetapi si A kaga mau approve. Sekali lagi, ternyata aku mudah dilupakan.

Ada cerita lagi, sebut saja namanya M. Aku kenal dia kelas 1 dan 2 SMP. Rambut panjangnya, bibir tebalnya (walau tidak sesexy Angelina Jolie), dan hal-hal lain yang pokoknya asyik dilihat, deh, membuatku punya semangat hidup lebih.

Dia pindah ke sekolah negeri: SMP dan SMA negeri (SMA Negeri 3 Pusat), lalu lanjut ke Kedokteran UNPAD. Jadi sulit pedekate, nih.

Aku bertemu dia lagi, ketika aku hendak Week End KMK ITB tahun 1998. Ternyata dia itu pacar (atau mantan) kawan KMK ITB, yang sebut saja bernama I. Si M dan si I mengobrol sebelum bus berangkat, lalu si M keluar bus setelah say good bye dengan si I. Sebelum keluar bus, aku lekas menghampiri si M, say hai, dan menanyakan pertanyaan penting "Masih ingat gua, kaga?". Jawabannya adalah TIDAK. Sekali lagi, ternyata aku mudah dilupakan.

Oh, ya, si I putus dengan si M. Aku dan si I sering ngumpul di Sunken Court E-07 ITB, untuk nongkrong, makan-makan, bakar-bakar, nyanyi, main gitar, dll. Sekarang aku sangat sedikit mengerti mengapa dia sering menyebut kata "galau" ketika ngumpul. Sekarang si I sudah bertemu wanita lain bernama R, lalu I dan R sama-sama pindah ke Jerman, untuk studi. Si I dan si R tidak melupakanku. Hore!!!

Sebelum terlalu senang, aku cerita lain. Sebut saja namanya Y. Aku kenal dia saat 1 SMP. Kami teman sekelas. Kadang-kadang kami sering curi-curi pandang. Kalau ngobrol kami grogi dan kikuk. Dasar anak SMP!!!

Pergi sekolah aku selalu lewat rumahnya di jalan Astana Anyar nomor sekian-sekian yang tidak pernah kulupa. Waktu itu, aku naik bus DAMRi jurusan Kopo-Dago, yang pasti lewat Astana Anyar, Bandung. Selain itu, halte bus Kopo Dago dekat rumahnya.

Aku juga pernah membantu dia mengerjakan tugas Elektronika. Mmmm… kurang tepat. Lebih tepatnya, aku mengerjakan tugasnya membuat adaptor ketika tenggat waktu mendekat. Parahnya, dia kaga ngasih kabel serabut, cuma ngasih kabel isi tunggal. Nambah repot saja. Aku bersusah payah semalaman buat si Y ini (sampai kurang tidur, tangan kena solder sedikit, kesetrum listrik AC dikit).

Si Y ini ternyata bukan bermasalah di pelajaran Elektronika saja, melainkan di banyak pelajaran lain. Dia tidak naik kelas. Hore… aku naik kelas. Kami pun "agak" terpisah. Dia makin canggung ketika bertegursapa denganku, mungkin malu kaga enak karena dia tidak naik kelas.

Tahun berlalu, aku sudah 2 SMA dan si Y 1 SMA. Aku menjadi bagian yang meng-OS dan si Y di-OS. (OS = Orientasi Studi). Saat itu, dia sedang bergabung dengan mereka yang mendapat hukuman karena lalai mengerjakan Tugas serta memalsukan tanda-tangan. Aku kan bergabung dengan bagian Litani Santa dan Santo (maksudnya bagian bentak-bentak). Sejak itu, kalau bertemu denganku, dia menghindar.

Lalu si Y pindah ke luar negeri. Aku berhasil menemukan account-nya di friendster, aku coba add, tapi dia kaga approve. Aku tak tahu apakah dia melupakanku atau dia bete denganku.

Ada kisah wanita lain, sebut saja namanya si J. Aku kenal dia saat aku 2 SMA dan si J 1 SMP. Kami berkenalan di Palang Merah St. Aloysius. Dia lumayan cantik, dan bodynya asoy untuk anak seumuran dengan dia. Pokoknya bahenol, lah. Rumahnya di Kopo Permai, dekatlah dengan rumahku. Cuma sayangnya, dia punya keunikan yang bikin banyak orang bete: sifat manja, kekanak-kanakan, suka nyolot, asosial, dll. Mmmm… apakah ada hubungannya dengan PMS, ya? Yang jelas, kawan sekelasnya sering ngerjain dia, karena sifat uniknya itu. Intinya sih parah banget.

Aku sempat juga pengen pedekate dengan si J, tapi sikapnya itu mana tahan. Selain itu, dia pindah sekolah karena kaga tahan dikerjain teman-teman sekelasnya.

Oh, ya, saat itu, seorang kawanku, bernama G (yang tahun 2005, jadi vokalis band Yovie dan Nuno) sempat nanya-nanya aku tentang si J. Maklum aja, si G waktu itu baru putus dengan si V, wanita cantik. Si V ini bikin aku ingat Save The Last Dance, karena sewaktu kelas 3 SMA, si V adalah partner dansa terbaik bagiku. Sekarang si G sudah punya istri, dan istrinya adalah kawan Friendster. Si G orang sibuk, kaga sempat friendster-friendsteran. Si V juga diduga sudah menikah. Si V salah satu kawan di friendster. Dia tidak melupakanku.

Suatu hari, Palang Merah Aloysius bermain basket bareng. Aku melakukan blocking yang salah, dan si J terpental. Bagaimana caranya? Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Jarang ada orang bisa mendorongku ketika aku menggunakan kuda-kuda Bumi Beringsut. Nah, kasihan banget, ada wanita bertabrakan dengan denganku ketika aku pakai kuda-kuda ini. Sejak itu, dia bete kaga mau ngomong denganku lagi. Aku berusaha minta maaf, tapi dia marah-marah. MAta indahnya dipakai buat melotot. Bibir cantiknya dipakai buat bentak-bentak lalu manyun.

Senjata terampuh wanita adalah diam. Tapi sebagai cowo, aku tidak sengaja menemukan rahasia mengalahkan senjata ini. Suatu hari, aku ikut TOP Computer Club di sekolah, lalu kebetulan membobol login komputernya, menulis pesan-pesan tertentu. Yah, senjata diamnya bisa dibobol, karena dia langsung mendatangiku, ngomel-ngomel.

Si J pindah sekolah. Waktu berlalu. Aku sempat bertemu dia tahun 2003, saat aku sedang menderita karena patah hati Gelombang Kedua. Aku bertemu di jalan Taman Sari, dia melirikku lalu pergi. Sempat juga bertemu dia, di gereja St. Martinus, saat itu Natal atau Paskah, ya? Aku bingung, emangnya dia Katolik, kok kaga pernah lihat, ya. Dia melirikku lalu pergi. Dari dua pertemuan itu, aku tahu dia udah jadi anak gaul kota Bandung. Pakaiannya itu lho, bikin dia makin sexy. Baju miskin yang ketat dan bikin You can see my ketiak. Gaya dandannya juga mantap.

Nah, aku temukan account si J di friendster. Aku coba add dan dia tidak approve. Entah dia melupakanku atau masih bete denganku.

Ada cerita lagi, yaitu si Mn. Aku kenal dia saat aku 2 SMP dan dia 1 SMP. Senyumnya indah, lirikan matanya bikin aku pengen nyanyi lagu A. Rafiq. Intinya sih ketemu dia bikin semangat hidup.

Wanita ini juga kaga jauh beda dengan semua wanita-wanita yang menarik hatiku. Dia juga melupakanku. Dia tidak meng-approve di friendster.

Mengapa semua wanita yang kutaksir, mudah melupakanku?

Aku memang mudah dilupakan.

Geheimnis

Tuesday, May 8th, 2007

Geheimnis adalah bahasa Jerman untuk misteri.

Berbicara tentang misteri, banyak orang berkata aku adalah orang yang misterius. Kawan-kawan terdekatku dan orangtuaku juga tidak kenal siapa aku.

Selalu ada tembok yang menutupi mata orang untuk melihat diriku yang sebenarnya. Bahkan aku pun juga tidak tahu siapa diriku.

Mau diapa-apain juga aku sulit terbuka dengan orang lain. Mmmm… aku belum mencoba truth pill.

Akibat dari ketidakterbukaan ini, aku tidak punya hubungan dekat dengan orangtuaku. Aku selalu kebingungan jika pada saat wawancara kerja, aku ditanya tentang orang tua. Aku cuma bilang pekerjaan mereka dan sudah cukup. Aku pernah melamar kerja di institusi pendidikan Katolik. Pertanyaan pewawancara tentang hubunganku dengan kedua orang tuaku, tidak cuma tentang pekerjaan mereka. Aku tidak bisa menjawab. Seharusnya dulu kukatakan saja, aku tidak dekat dengan orang tuaku, bisa ganti pertanyaan lain. Orangtuaku suka bingung dengan anaknya sendiri.

Kawan-kawan terdekatku juga tahunya kalau aku seorang pendengar yang baik, senang makan, senang nonton film, suka tertawa, imaginatif, suka bercerita (kalau dikasih kesempatan), suka bercerita lucu (walau kadang-kadang garing, yang penting usaha), cerewet (kalau tidak ada orang lain yang lebih cerewet), suka gospol (gosip politik), mmm… gosip selebriti juga suka, suka telat datang kecuali kalau nonton film di bioskop. Tapi mereka tetap tidak kenal siapa aku. Aku tetap menjadi misteri.

Mantanku, sebut saja namanya "27092005-01042006", juga suka kesal dan uring-uringan karena tidak mengerti aku. Aku heran, kok, dia bisa tahan HTS 2 tahun, dan jadian cuma setengah tahun. Kami putus baik-baik karena aku merantau ke negeri seberang (yang jaraknya seperempat keliling bumi dari tempat tinggalnya). Sampai putus, nampaknya dia tidak bisa menembus tembok yang menutupi diriku.

Sepertinya, aku bakal kena masalah dengan wanita, karena masalahku ini. Andai aku bisa terbuka dengan orang lain.

Sebetulnya aku sudah mulai mengingat masa kecilku. Apakah ada trauma-trauma yang membuatku menjadi tertutup seperti ini? Ada banyak kejadian yang kuingat, yang mungkin berhubungan dengan ini. Tapi setelah tahu, apa yang harus kulakukan? Aku tidak pernah belajar psikologi, jadi aku tidak bisa mengatasi masalah ini.