Archive for August, 2007

Ulang Tahun

Friday, August 17th, 2007

Ulang Tahun

Hari ini Republik Indonesia berulangtahun ke-62. Dirgahayu RI. Moga2 tetap tegar menghadapi semua krisis dan bencana.

Aku yang jauh darimu memang rindu ingin kembali. Banyak kisah cinta indah di sana, persahabatan manis, dan masa laluku.

Aku di sini baru saja merayakan Ultah RI di halaman Konjen di kota Hamburg. Tidak terlalu berkesan, mungkin karena tidak ada wanita yang bisa membuatku semangat.

Aku bisa menemukan mahasiswa Indonesia yang studi di Jerman begitu berapi2 menceritakan pengalaman kuliah, bidang studinya, dll. Baik jurusan matematika, kelautan, penerbangan, dll.

Kalau aku di Indonesia, mahasiswa Indonesia jarang yang kaya gitu. Obrolannya acara TV, gosip artis, dan hal2 yang kaga ada hubungannya dengan bidang studinya. Kalaupun bicara hal bidang studinya, biasanya lemas.

Ternyata tempat studi mempengaruhi cara pikiran orang, ya?

Nah, kembali tentang ultah. Sebulan eh 33 hari lalu aku merayakan ultahku. Tidak ada yang spesial, karena yang namanya ultah bagiku bukan suatu hal penting (kecuali ultah mantanku yang cantik itu, 41 hari lagi). Aku merayakan ultahku dalam suatu ibadah Persekutuan Kristen Bremen. Senang punya kawan-kawan baik di Jerman. Tapi tentang ultah, tidak ada yang penting.

Di hari ulang tahunku, peringatan kelahiranku, seorang kawan mati. Paradox kelahiran dan kematian. Seorang kawan gugur menunaikan tugasnya sebagai dokter di Papua. Dia harus mengantar pasien sendiri karena sopir ambulan sedang tidak tersedia. Pasiennya mengalami komplikasi dalam melahirkan. Temanku itu berhasil mengirim pasien ke rumah sakit yang fasilitasnya lengkap, tapi ketika pulangnya, dia gugur. Pasien selamat, tapi dokter tidak. Pasien bisa melahirkan dengan baik, dokter gugur. Paradox kelahiran dan kematian lagi.

Di usia ke-62 Republik Indonesia ini, ternyata masih ada kesenjangan parah antar rumah sakit di daerah yang jauh dari ibu kota. Jalan-jalan buruk menyebabkan kecelakaan. Salah satu korbannya, ya temanku itu.

Yah, 62 tahun masih muda. Dulu negara tetangga, yaitu Amerika Serikat juga pada usia segitu masih dilanda Perang Saudara, pembantaian budak dan Indian, perebutan tanah Indian secara paksa, penindasan buruh (banyak aktivis buruh dibantai preman bayaran pemilik pabrik), orang main hakim sendiri, kelompok agama pun bisa menggantung orang seenaknya plus main hakim sendiri menyerang tempat2 yang dianggap maksiat, dll. Amerika Serikat sama kacaunya dengan Indonesia pada usia mudanya.

Mudah2an negaraku ini bisa menyambut abad 21 lebih baik dari hari ke hari.

Tanda Tanya

Tuesday, August 14th, 2007

Tanda Tanya

Seperti kata Dewi ‘Dee’ Lestari dalam buku Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh (kalau tak salah judulnya), setiap orang dilahirkan dengan Tanda Tanya Agung dalam dirinya.

Nah, karena aku dilahirkan dengan tanda tanya, setiap usahaku menemukan suatu titik sebagai jawaban penangkal tanda tanya, aku malah mendapat koma lalu dilanjutkan dengan lebih banyak tanda tanya. Itukah dialektika hidupku.

Tapi tanpa dialektika ini, hidupku bakal garing banget. Walau kadang-kadang merasa iri dengan mereka yang tampak bahagia karena sepertinya mereka telah menemukan titik dalam hidupnya. Aku kok selalu dilingkupi tanda tanya terus?

Nah, sialnya adalah orang yang dekat denganku bakal juga mendapat tanda tanya bukan titik. Mereka yang senang dengan rasa nyaman akan adanya titik, akan stress dan uring-uringan denganku yang menghujani mereka dengan tanda tanya.

Sorry, kawan, aku belum menemukan titik.

Maafkan aku kekasih, jangan cintai aku bila kau mengharapkan titik. Tinggalkan aku, orang yang memiliki tanda tanya agung seluas dan sedalam samudera raya.

Nun jauh di sana, ada yang memiliki tanda tanya yang lebih besar lagi daripadaku, bahkan seluruh ruang angkasa pun tak mampu menyimpan tanda tanda tanya itu.

lung ling

Friday, August 10th, 2007

mana mentega, mana ketupat?

yang benar tiga, atau empat?

lawan jerawat harus bertahap

kalau empat, kaga siap.

satu, dua, tiga telah kulalui

masa sih harus sampai empat?

Kaga kuat…

cape deh…

Makan baso tahu di Sabuga

Kuminta satu, Kauberi tiga

Menanam padi jangan tertusuk

Kuminta satu yang abadi, bukan tiga cepat busuk

Minum Jamu tertusuk sangkur

Apapun anugerah-Mu, kutetap bersyukur

Adakah yang abadi?

Adakah yang sejati?

Sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam luka-Mu, aku takkan percaya.

Aku memilih tidak sebahagia mereka yang percaya walau tak melihat.

cacacacaca tatatatatat

Seberkas cahaya telah terlihat,

nanananana cicicicicil

namun hanya satu lilin kecil,

bububububu tititititi

bukan penerangan sejati

mumumumumu dududududu

yang kucari seumur hidupku

Aku tak mau yang keempat,

kalau bisa jangan cawan ini

Mengapa harus kehendak-Mu?

Mengapa tidak kehendakku?

Akhir?

Wednesday, August 1st, 2007

Apakah ini akhir?

Betul-betul sudah selesai?

Tidak ada kesempatan lagi?

Ya, jika itu memang maumu.

Berarti aku mencari yang lain lagi.

Harus mulai lagi dari awal.