Archive for May, 2008

Tentang Mantan

Wednesday, May 28th, 2008

Mantan lagi… Mantan lagi…

Bisakah mantan jadi sahabat?

Dari pengalamanku saat ini, kujawab TIDAK. Sebagai sahabat, seorang bisa curhat jujur dan saling membantu. Sebagai mantan, pasti ada rahasia yang disembunyikan dan selalu curiga kepada setiap uluran tangan memberi bantuan. Setidak-tidaknya ini yang kupelajari dari hubunganku dengan mantanku.

Menurut majalah Men’s Health (plus kutambahi sendiri), hal yang dilakukan setelah putus adalah

1. jangan pernah mengontak mantan selama 6 bulan

2. jangan pergi ke tempat favorit mantan selamanya, kecuali bawa pacar baru.

3. menangis, percayalah bahawa air mata membersihkan jiwa.

4. curhat kepada teman, tapi sebaiknya bukan teman yang kenal dekat dengan mantan.

5. Siapkan mental kalau terpaksa bertemu mantan. Mungkin dia memandangmu najis. Mungkin dia bawa monyet baru. Yang jelas mental harus siap.

6. Kenalan dengan banyak orang baru, siapa tahu ada yang bisa jadi pengganti mantanmu.

7. Coba ikut hal-hal yang bisa melepas adrenalin: bungee jumping, terjun payung, climbing, roller coaster, arung jeram, paco, dll. Ini bagus untuk mencegah depresi dan perasaan ingin bunuh diri.

Nah, kebodohan yang kulakukan adalah

1. Percaya bahwa mantan dapat jadi sahabat

2. melanggar aturan 6 bulan tidak kontak

3. tidak mempersiapkan mental dengan baik

4. belum mencoba bungee jumping, terjun payung, arung jeram, paco, dll. Bahkan main sepatu roda pun kaga berani coba.

Jaman ini adalah jaman yang buruk bagi orang yang setia. Jadi sial buatku pria setia yang mengharapkan pacar yang setia. Makanya selama pacaran jangan jadi orang yang setia dan jangan pernah berharap pasangan juga setia. Kalau mau setia, nanti kalau sudah nikah saja.

Aku belajar bahwa aku harus melindungi diri dari patah hati. Makanya jangan pernah menyerahkan segenap emosimu pada seseorang. Simpan hatimu buat yang lain. Jadi kalau putus, masih ada emosi tersisa.

Terima kasih mantanku, kau telah mengajariku untuk tidak percaya dengan cinta dan kesetiaan.

I have no pity

Tuesday, May 27th, 2008

‘I have no pity’

Itu kata-kata psikopat di film Red Dragon. Film ini adalah prequel dari Silence of the Lamb.

Sebagai psikopat, Red Dragon tidak punya moralitas, tidak punya rasa kasihan, dan tidak pernah ragu-ragu. Dia membunuh orang tanpa kasihan.

Sewaktu ada cewe buta yang berkata kepada Red Dragon, "Biasanya orang memandangku dengan iba, mereka mengasihaniku, tetapi kamu berbeda". Red Dragon berkata "I have no pity". Cewe buta tersebut tak mengerti maksudnya, tapi dia tertarik dengan Red Dragon.

Kata-kata "I have no pity" ini betul-betul selalu kuingat. Rasanya hidupku lebih tenang kalau aku jadi psikopat. Tidak perlu memikirkan moralitas. Tidak perlu punya rasa belas kasihan.

Kalau aku jadi pemimpin yang psikopat, aku akan naikkan harga BBM langsung mengikuti harga pasar, tanpa peduli dengan kesengsaraan rakyat. Jadi tidak ada keraguan sama sekali.

Ada yang demo? Tembak saja langsung. Aku kan psikopat.

Tapi aku tidak bodoh. Aku akan menggunakan intel untuk melakukan provokasi, melempar molotov, merusak sana-sini, lalu ketika terjadi eskalasi, mahasiswa-mahasiswa lugu yang demo bisa kutangkap dan kutuduh sebagai provokator. Aku tidak punya belas kasihan, aku kan psikopat.

Sebagai psikopat, aku akan mencapai tujuan dengan segala cara. Tanpa keraguan. Tanpa rasa kaga enak hati. Tanpa peduli ada orang lain yang jadi korban ulah kita. Semua orang yang menghalangi jalanku akan kuhabisi, tanpa perlu memikirkan moralitas.

Sayang sekali aku bukan psikopat.

Aku ingin sekali jadi psikopat. Aku ingin menumpulkan nuraniku. Aku ingin bisa jadi psikopat.

Sayang sekali aku terlalu ragu-ragu untuk jadi psikopat.

Ingin aku bisa percaya

Tuesday, May 27th, 2008

Ingin aku bisa percaya

***

Dulu aku percaya pada-Mu

Kauberi aku harapan

Kauberi aku keberanian

Kauajari aku kasih sayang

Kauajari aku kesabaran

Tapi ternyata kusadari semuanya semu

Ternyata apa yang kupercayai selama ini tidak ada maknanya

Kaubuat aku berdoa pada-Mu setiap hari

Kaubuat aku senang membaca Kitab-Mu

Namun ternyata tidak ada maknanya sama sekali

Semua harapanku musnah

Keberanianku hilang

Aku sudah tak bisa merasakan cinta lagi

Sepertinya Kauambil semua yang kumiliki

Entah masih ada yang tersisa atau tidak